Minggu, 08 Mei 2011

Penis untuk Rochman, Tunggu Setelah 17 Tahun



Tim Pusat Pelayanan Kembar Siam Terpadu RS dr Soetomo, Surabaya, mengaku belum berpikir jauh mengenai upaya menciptakan penis buatan bagi Rochman.

Rochman adalah pasien kembar siam dempet punggul. Tim kini tengah fokus pada pemulihan luka yang dia derita pascaoperasi yang dilakukan 26 hari lalu. Fokus pemulihan mengingat di tubuh Rochman masih terdapat bekas luka sepanjang 2 x 2 sentimeter yang masih terus dipantau.

dr Agus Harianto, SpA(K), selaku Ketua Tim Pusat, Jumat (6/5/2011), mengatakan, penis buatan bagi Rochman merupakan rencana jangka panjang. Bahkan, renacana itu kemungkinan berlangsung selama 17 tahun ke depan.

"Ukuran penis manusia kan terus membesar seiring usia. Kami tidak mungkin membongkar pasang penis Rochman untuk menyesuaikan usianya. Dalam 17 tahun ke depan, baru kita pikirkan hal itu," katanya.

Menurut Agus, yang penting sekarang adalah peran psikiater dalam membesarkan hati orangtua dan pasien terkait hal ini. "Rochman harus diberi tahu sedini mungkin tentang keadaannya yang kurang sempurna," ujarnya.

Rochman-Rochim adalah pasien kembar siam dempet punggul pertama yang dirawat RSUD dr Soetomo, Surabaya. Putra ke-4 sekaligus ke-5 pasangan Anis Mulya dan Supinah asal Desa Gondek, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, ini berhasil dipisahkan melalui operasi selama 13 jam pada awal bulan lalu.

Keduanya memiliki satu alat kelamin yang terpaksa diberikan kepada Rochim. Ini karena secara normal, baik otot maupun pembuluh darah mengarah ke tubuh Rochim. Kondisi terakhir, keduanya sudah mulai melakukan fisioterapi agar cara berjalan mereka normal, tidak cenderung menyamping seperti sebelum operasi.

sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Post