Tampilkan postingan dengan label Dunia Satwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Satwa. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Juli 2010

Ini Dia Penguasa2 Sungai Amazon

1. Piranha
Piranha adalah ikan air tawar omnivora[1] yang hidup di sungai-sungai di Amerika Selatan. Di sungai-sungai Venezuela, mereka disebut caribes. Mereka terkenal dengan gigi tajam dan pemakan daging. Namun, meskipun Hollywood sering mempublikasikan piranha dengan negatif, piranha tidak seberbahaya itu, dan sering dibudidayakan di rumah dan kantor.





2. Pirarucu / Arapaima
Arapaima, pirarucu, atau paiche (Arapaima gigas) adalah jenis ikan air tawar terbesar di dunia yang berasal dari perairan daerah tropis Amerika Selatan. Ikan Arapaima dapat tumbuh maksimal sepanjang 3 meter dan berat 200 kilogram. Saat ini sudah sangat jarang terdapat arapaima yang berukuran lebih dari 2 meter karena ikan ini sering ditangkapi untuk dikonsumsi penduduk atau diekspor ke negara lain.





3. Amazon Catfish





Bonus gan!!

Anaconda






Read More >>

Hiu Purba Raksasa ditemukan, Ikan inikah yang menelan Nabi Yunus seperti yang tercatat didalam Al-Quran?

Peneliti Amerika telah menemui fosil ikan Hiu purba.Ikan Hiu purba itu berukuran 12 meter (tinggi 40 kaki) dan bisa berkembang lagi ke 15 meter dan 30 meter menurut pendapat saintis marin dunia.
Nama ilmiahnya Megalodon hidup sekitar 15 ke 20 dan setengah peneliti berpendapat megalodon hidup sekitar 60 ke 65 juta tahun yang lalu, dibeberapa lautan dunia yaitu samudra hindia, disepanjang garisan lintang lautan atlantik, lautan Oceania dan lautan Artik.Megalodon mempunyai ukuran persamaan dengan 3-4 ekor ukuran jenis Hiu terbesar zaman ini yaitu The Great White Shark dan amat ganas sekali dan merupakan raja di lautan dalam.


http://www.erdkunde-wissen.de/erdkunde/seltsam/megalodon.jpg


Apakah jenis ini yang menelan Nabi Yunus seperti yang tercatat didalam Al-Quran?
Read More >>

Jumat, 09 Juli 2010

Ramal Piala Dunia, Parkit Mani vs Gurita Paul


Gurita Paul menjadi buah bibir karena ketepatan prediksinya di setiap pertandingan Jerman di Piala Dunia 2010. Namun, kini Paul punya saingan berat, dari seekor burung parkit di Singapura bernama Mani.

Mani mampu menyaingi kejituan prediksi si Paul?

Sebelum masuk pemberitaan, Mani hanya didatangi sekitar 10 'pasien' sehari, seperti dilansir dari huliq.com. Namun, belakangan ia dan tuannya, Muniyappan, seorang peramal jalanan di Serangoon Road, Singapura, makin tenar saja. Kini tiap jam Mani harus melayani ratusan permintaan ramal dari bolamania di Negeri Singa.

Maka, foto Mani si parkit hijau ini pun mulai menghiasi pemberitaan media internasional. Tak kurang, kehebatannya ditulis media terkemuka di Amerika Serikat, Washington Post.

Sama dengan Paul, saat meramal, Mani pun disuruh memilih dua gambar bendera. Bedanya, Mani disodori gambar bendera dalam keadaan terbalik sehingga ia tidak bisa melihatnya saat menjatuhkan pilihan.

Untuk partai final nanti, Mani sudah mematukkan ramalannya. Ia memilih tim nasional Belanda sebagai juara dunia kali ini. Sang tuan, Muniyappan, mengklaim tingkat akurasi ramalan burung kesayangannya selama Piala Dunia 2010 mencapai 80 persen. Berita selengkapnya bisa dibaca di sini.

Itu artinya, tingkat presisi ramalannya masih di bawah Gurita Paul yang sejauh ini mencapai 100 persen. Untuk laga final antara Belanda melawan Spanyol, Paul yang tinggal di Akuarium Sea Life, Jerman, belum menentukan pilihannya.

Apakah Belanda juga sama seperti Mani? Kita tunggu saja aksi Paul hari ini.

Aksi teranyar Paul adalah saat dia meramal semifinal Jerman melawan Spanyol. Dia memilih makanan di kotak berbendera Spanyol, Selasa lalu. Dan benar saja, La Furia Roja berhasil menanduk Der Panzer 1-0 di partai semifinal.

Ramalan Paul tak urung membuat sejumlah superter Jerman murka. Sampai-sampai beberapa di antaranya menyatakan ingin menggoreng Paul jadi calamari dan memakannya. Syukurlah, juru bicara rumah Paul, Tanja Munzig, berjanji akan menjaga Paul baik-baik dari setiap aksi anarkis. "Tak ada yang ingin Paul sakit," katanya

Read More >>

Mani Siburung dari Singapura yang menjadi saingan Paul Gurita

Tak hanya gurita yang pandai meramal. Setelah Paul gurita membuat heboh dunia dengan ramalan-ramalan jitunya, kini muncul seekor burung yang juga punya keahlian yang sama.

Jika Paul tinggal di sebuah aquarium di Jerman, seekor burung parkit yang juga jago meramal itu tinggal di Singapura. Burung parkit itu bernama 'Mani.'

Mani adalah 'peramal jalanan.' Ia menjadi asisten dari Mr Muniyappan yang praktik di Serangoon Road.

Untuk partai final Belanda melawan Spanyol, Mani sudah punya pilihan. Ia memilih Oranje Belanda untuk menang dan kemudian menjadi juara dunia. Di partai semi final, Mani memilih Spanyol mengalahkan Jerman.

Selama Piala Dunia, Mani punya rekor 80 persen. Selain partai Spanyol lawan Jerman, tak disebutkan pertandingan mana saja yang telah ia prediksikan hasilnya.

Saat ini Mani menjadi bahan pembicaraan di Singapura. Muniyappan kini panen klien. Jika sebelumnya ia hanya kedatangan 10 pengunjung dalam satu hari, kini jumlah yang sama bisa ia dapatkan hanya dalam waktu satu jam.
Read More >>

Kamis, 08 Juli 2010

Paul si Gurita Terancam Digoreng Warga Jerman

Paul si Gurita Peramal membuat warga Jerman sakit hati. Sebelumnya Paul selalu memprediksi kemenangan Jerman di enam pertandingan. Termasuk dua laga sensasional saat tim Panser menumbangkan Inggris 4-1 dan Argentina 4-0.

Namun sebelum laga semifinal, Paul secara mengejutkan memilih Spanyol sebagai lawan dari tim Panser. Peramal berkaki delapan itu membuktikan pilihannya tepat. Terutama setelah sundulan Carlos Puyol di menit 73 meluluhlantakan tim Jerman untuk meraih mimpi menjadi juara Piala Dunia keempat kalinya.

Menurut harian De Western Rabu 7 Juli 2010 telah ada sejumlah komentar di Facebook,Twitter agar menyarankan paul harus digoreng, panggang atau berubah menjadi seafood. Lainnya menyarankan segara dilemparkan ke kolam ikan hiu.

Sementara itu di kota Berlin juga ada penonton sangat membenci Paul dan menyanyikan lagu anti gurita. Walaupun demikian tapi setidaknya sekarang ini Paul sang "Gurita Peramal" telah mempertahankan rekor sempurna. Vivanews.com

Read More >>

10 Fakta tentang Paul

Paul dikenal karena ramalan-ramalan pertandingan Piala Dunia 2010 Afrika Selatan yang jitu. Namun, tak banyak orang tahu siapa Paul sesungguhnya. Berikut adalah sepuluh fakta tentang gurita berusia dua tahun tersebut seperti dilansir oleh Telegraph.


1. Gurita jantan kelahiran Inggris
Sekalipun sekarang hidup di Akuarium Sea Life Centre, Oberhausen, Jerman, Paul lahir di Weymouth, Inggris, dan dipindahkan dari Weymouth Sea Life Park (ke Jerman).

Seorang staf di Weymouth Sea Life Park, Fiona Smith, yang pernah mengurus Paul mengatakan, "Ia tak pernah membuat prediksi apa pun ketika masih di sini. Namun, mungkin ia menunggu turnamen besar seperti Piala Dunia untuk menampilkan kemampuannya itu."

2. Diburu manusia
Seorang juru masak Argentina, Nicolas Bedorrou, begitu marah ketika Paul secara tepat memperkirakan bahwa kesebelasan negaranya akan dikalahkan Jerman pada perempat final Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Ia bahkan mengancam akan memburu Paul untuk dimasak.

"Kami akan memburunya dan menempatkannya di atas kertas. Kami kemudian akan memukulinya untuk membuat dagingnya lunak dan kemudian memasukkannya dalam air mendidih," kata Bedorrou.

3. Berita besar
Prediksi Paul telah mengundang perhatian banyak orang karena sebuah stasiun televisi Jerman, NTV, mulai rajin menyiarkan secara langsung prediksi pertandingan Paul, dengan dua reporter berdiri di sebelah akuariumnya sehingga mereka bisa membuat pemirsa mengetahui bagaimana Paul melakukan prediksinya.

4. Selebriti terbesar di Oberhausen
Paul merupakan hal paling populer di Oberhausen, sebuah kota, yang menurut Wikipedia, seluas 77 kilometer persegi dan berpenduduk 214.000 jiwa. Selama ini, kota itu hanya dikenal karena memiliki pusat perbelanjaan terbesar di Jerman, Centro.

5. Akurasi ramalan yang nyaris sempurna
Paul mulai meramal hasil pertandingan sejak Piala Eropa 2008 Swiss-Austria dan ia meramal enam pertandingan Jerman, dengan empat di antaranya benar. Ia menyebut Jerman akan memenangi semua pertandingan. Faktanya, Jerman kalah dari Kroasia.

Pada Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, sejauh ini, semua ramalan Paul tentang Jerman benar, termasuk soal mereka akan kalah dari Spanyol pada babak semifinal.

6. Bisa membuat Anda kaya
Dengan ramalan seperti itu, Anda bisa mengandalkan ramalan-ramalannya sebelum bertaruh.

7. Hewan cerdas
Gurita adalah hewan cerdas dan terbukti memiliki ingatan kuat. "Gurita biasa seperti Paul sangat cerdas. Kami menyamakan kecerdasan mereka dengan anjing dan mereka menyukai masalah dan suka menyelesaikannya," kata Fiona Smith.

8. Selebriti di Facebook dan Twitter
Paul menjadi salah satu topik pembicaraan paling marak di situs jejaring sosial. Frase "Paul the Octopus" dan "Pulpo" (bahasa Spanyol untuk Gurita) masuk sepuluh besar Twitter dunia.

9. Tanpa rekayasa
Paul memprediksi hasil pertandingan dengan membuka tutup salah satu dari dua wadah makanan di akuariumnya. Staff Oberhausen Sea Life Centre, Tanja Munzig, membantah dugaan bahwa ada sesuatu yang diletakkan di salah satu wadah. "Tak ada tipuan. Makanan sama dan segalanya di kedua wadah itu sama, kecuali benderanya," kata Munzig.

10. Tak takut ancaman pembunuhan
Menurut pengawasnya, Oliver Walencak, Paul tak takut diancam suporter Argentina yang menyalahkannya atas tersingkirnya Lionel Messi dkk dari Piala Dunia 2010 karena kalah 0-4 dari Jerman

kompas.com
Read More >>

Foto Migrasi Ikan Pari yang Unik

Peristiwa langka dan unik ini diabadikan oleh seorang fotografer amatir di Teluk Meksiko.. Ikan Pari ini bermigrasi dari Yucatan Peninsula ke Western Florida. Jumlahnya mencapai sekitar 10 ribu ekor

fotonya :














source
Read More >>

Inilah Katak Paling Berbahaya Pemakan ApaSaja

Inilah Katak Unik Penyantap apasaja.. termasuk Predator bagi dia sendiri

















Read More >>

Rabu, 07 Juli 2010

Ayam Cemani, Hitam Legam yang Eksotis



Warna hitam bagi banyak orang berkesan magis dan memiliki kekuatan supra natural. Centeng Belanda atau Si Jampang, kurang berwibawa bila tak berpakaian hitam-hitam. Begitu pula makhluk yang memiliki warna hitam itu pun dianggap memiliki tuah atau kutukan. Ingat dengan kisah-kisah kucing hitam atau burung gagak? Bagaimana dengan ayam cemani yang memiliki bulu, jenger, tulang, daging, kulit, kaki dan taji serbahitam?

Ini yang menarik. Ayam cemani bukan cuma dianggap ayam keramat, namun juga ayam hias yang khas Indonesia. Memang hewan ini konon punya kemampuan menolak bala. Bagi yang mempercayainya jika memakan dagingnya bisa menyembuhkan penyakit tertentu. Kepercayaan akan hal-hal gaib itu kini masih ada di sebagian masyarakat, namun kian menipis. Kini dia lebih sebagai ayam hias yang eksotik dan diburu para hobbies lokal dan mancanegara untuk dikoleksi.
Cemani adalah kata Sanskerta untuk hitam. Jenis ayam ini awalnya disebut ayam kedu. Dalam perkembangan ayam kedu itu terjadi banyak varian yang tidak lagi memiliki warna murni hitam. Sehingga ayam kedu yang masih tetap mempertahankan kehitam legamnya disebut oleh para hobbies sebagai ayam cemani.

Asal Usul

Dari mana ia berasal? Ada beberapa dugaan, namun yang pasti dia berasal dari Kedu, Jawa Tegah. Makanya satwa ini dikenal juga sebagai ayam kedu. Satwa ini mulai naik daun ketika pertama kali tampil dalam pekan raya di Semarang tahun 1926. Pemiliknya Tjokromihardjo, lurah Desa Kalikuto, Grabak, di Magelang. Saat itu wilayah itu masih masuk dalam Karesidenan Kedu.
Menurut data, ayam kepala desa itu pernah tampil di Surabaya tahun 1924 dalam sebuah pekan raya. Saat itu ayam itu dikenal sebagai ayam yang berwarna hitam saja. Tapi kemudian panitia lomba satwa di Semarang menjuluki ayam hitam legam milik Tjokromihardjo sebagai ayam kalikuto, karena berasal dari daerah itu.
Lucunya, pemilik menolak nama itu. Lalu diusulkan sendiri agar dinamakan ayam kedu saja sebab memang berasal dari karesidenan tersebut. Usul tersebut diterima panitia maka resmilah ayam yang berasal dari Kalikuto berjuluk ayam kedu.

Genetika

Ayam kedu yang ikut dalam kontes tersebut, menurut sebuah telaah, berasal dari keturunan ayam kampung yang dibeli dari daerah Gunung Sumbing. Ayam ini cukup besar dan diduga hasil silangan liar antara ayam Inggris yang diboyong orang pada era Raffles berkuasa (1811-1816).
Kala itu, konon ada orang Inggris yang membawa dua ekor ayam betina dan seekor jantan asing, yang diduga termasuk jenis ayam ternak Dorking. Mereka dipelihara di daerah Dieng. Mungkin karena kandangnya sederhana dan kurang pengawasan, ayam-ayam itu menyeleweng dan berbaur dengan ayam kampung setempat. Dari keturunannya lebih lanjut terciptalah ayam lokal unggul. Oleh masyarakat setempat ayam ini yang disebut sebagai ayam kedu.
Sementara telaah lain menyebutkan ayam hitam milik Tjokromihardjo bukanlah asli ayam kedu. Sebab ia merupakan hasil kawin silang antara ayam kampung hasil belian dengan ayam australorp, yang penyilangannya dilakukan sendiri oleh pemiliknya.

Legenda

Tapi ada legenda yang juga sampai saat ini masih hidup di sana yakni tentang asal-muasalnya ayam kedu. Konon, kehadiran satwa ini tak disengaja. Menurut legenda sebelum lahirnya kota Temanggung, hidup seorang pertapa yang sakti mandraguna yakni Ki Ageng Makukuhan, yang hobi mengoleksi ayam serba hitam, dan hanya paruhnya yang berwarna putih.
Suatu hari, ketika sedang bertapa di sebuah kuburan keramat di wilayah Kedu, dia memperoleh wangsit untuk mengobati penyakit putra Panembahan Hargo Pikukuh yang bernama Lintang Katon, yakni diobati dengan ayam itu. Bagaimana proses selanjutnya tidak terlalu jelas, namun akhirnya penyakit yang diderita anak semata wayang itu sembuh. Oleh karena tuah yang dimiliki ayam itu akhirnya dijadikan lambang kesembuhan.
Maka tak heran bila tradisi itu kini masih hidup dan dipercaya. Ayam ini memang sering digunakan untuk hal-hal yang bersifat magis. Misalnya untuk upacara ruwatan, pembangunan pabrik, jembatan atau gedung-gedung bertingkat agar terhindar dari bencana. Tapi penggunaannya juga untuk syarat penyembuhan orang sakit. ”Misalnya untuk penyakit akibat santet,” Raharjo (31), pedagang ayam kedu di Pasar Pramuka, Jakarta.

Hampir Punah

Binatang ini di tempat asalnya kini yakni di Desa Kedu, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, tersebar di tiga pedukuhan yakni Kahuripan, Sentono dan Beji. Menurut data, populasi ketika awal tahun 1984 tercatat sekitar 5.000 ekor, namun di akhir tahun meningkat menjadi 8.500 ekor. Jumlah ini pada tahun 1997 melorot drastis tinggal 2.000 ekor. Ini dikarenakan masyarakat setempat kurang dibekali pengetahuan sehingga ketika wabah datang, mereka tidak tahu bagaimana menangkalnya.
Pemerintah daerah setempat akhirnya mengambil inisiatif untuk mengatasi persoalan ini. Program pelestarian dicanangkan lewat pemerintah desa dengan mendirikan kelompok peternak bernama ”Makukuhan,” yang diambil dari nama pertapa sakti itu. Kelompok ini awalnya berjumlah 35 orang. Mereka memelihara ayam sekitar 1.500 ekor. Hingga sekarang peternak di sana bisa hidup layak dari ayam-ayam hitam itu.

Kolektor

Menurut Raharjo, permintaan akan ayam ini lumayan besar. Umumnya untuk keperluan upacara, namun tak sedikit pula yang membeli untuk dijadikan koleksi. Bagi kolektor atau hobbies, ayam ini berkesan angker dan gagah dengan bulu-bulunya yang serba hitam pekat. ”Apalagi kalau pagi-pagi berkokok, suasananya lantang,” ujar Ibnu Saptaji (34) hobbies pemula yang bermukim di Pondok Gede, Bekasi
Menurut Ibnu, dia tidak mempercayai soal kegaiban di seputar ayam ini. Dia lebih melihatnya sebagai sarana penghilang stres. Kalau pagi sebelum berangkat ke kantor, dengan membersihkan kandang, memberikan makan, dan mendengarkan kukuruyuknya seraya memandanginya maka hati bapak tiga anak itu merasa damai. Sehingga, menurutnya, tiap hari diusahakan untuk melongok ke kandang ayam itu.
Begitu juga Jan Steverink, warga Belanda yang telah tiga kali datang ke Indonesia, hanya khusus berburu ayam ini untuk dipelihara di negaranya. Kedatangannya yang terakhir adalah tahun 2000. Dia bercita-cita ingin melestarikan dan memperkenalkan ayam khas Indonesia di Eropa. Tujuan lain sebetulnya ia ingin meneliti sampai sejauh mana penyimpangan warna terjadi. Sebab dari anak-anak ayam menetas jika mencapai usia tertentu, yang betul-betul hitam pekat hanya 50 persen. Maka dengan kegiatannya yang tampak sepele itu, Jan ingin membuat jalur murni ayam cemani. Sehingga pada akhirnya jika sesama ayam ini dikawinkan setelah beberapa generasi maka akan menjadi ayam cemani hitam pekat tanpa ada lagi variasi warna yang keluar.
Memelihara ayam ini di Kedu, tambah Raharjo yang berasal dari Magelang, seperti memelihara ayam biasa yakni masih tradisional. Ayam diumbar dari pagi sampai sore untuk mencari makanan sendiri, namun pemilik suka memberi dedak sebagai makanan tambahan. ”Jadi ayam ini cukup tahan penyakit, dan gempal,” ujarnya.

Warna Berubah

Bulu-bulu hias yang jantan, bakal keluar ketika ayam berusia 4 bulan. Sampai pada umur 5 bulan warnanya masih hitam, namun lambat laun bermunculan warna lain. Bisa kuning, merah, merah coklat, atau kuning coklat. Saat umur 1,5 tahun bulu hiasnya berubah menjadi merah merona.
Di antara ayam kedu hitam ini, salah satu varietas dikenal sebagai ayam cemani. Inilah yang dianggap primadona ayam kedu karena segalanya serba hitam. Baik bulu, kulit, daging sampai ketulang-tulangnya hitam pekat. Ayam cemani harganya relatif mahal karena langka dan dicari orang.
Harga ayam cemani yang hitam pekat, menurut Raharjo, bisa mencapai jutaan, namun yang biasa-biasa saja paling mahal Rp 750 ribu seekornya. Sedang yang remaja Rp 100 ribu per ekor. Pelanggan kolektor pemula lebih suka membeli yang remaja. Karena ketika dewasa, ayam berperilaku jinak. Sedang yang kolektor serius lebih suka mencari yang dewasa sebab sudah bisa diketahui kualitasnya, apakah berbulu hitam pekat atau ada variasi warna lain.
”Saya punya langganan paranormal, yang sering memesan ayam cemani untuk keperluan upacara,” lagi tutur Raharjo. Dia tidak tahu ayam itu akan diapakan oleh langganannya, yang dia tahu untuk mengobati penyakit. Dan bagaimana cara pengobatan dengan ayam cemani, dia tidak tahu pasti. Tapi kalau pun dimasak opor, ayam ini enak seperti rasa daging ayam lainnya. Anehnya, tambahnya, kuah opor menjadi berwarna hitam juga seperti memasak ikan cumi yang kuahnya berubah hitam. Nah lho!


source
Read More >>

Selasa, 06 Juli 2010

Sarah, Ayam Yang Hasilkan Telur Tercepat



Sebelumnya sih Sarah hanyalah seekor ayam yang hanya menghasilkan telur seperti ayam-ayam normal lainnya.Tapi kemudian Sarah bisa menghasilkan 14 butir telur dalam waktu 2 jam saja.


Dan barang tentu si pemilik, Debbie Armstrong pun terkejut ketika mengetahui ayamnya mampu menghasilkan telur sebanyak itu.,dan hanya dalam waktu jam saja.

“Aku gak bisa percaya. Telur-telur itu terus saja keluar,” ujar Debbie dari Newquay, Cornwall, Inggris.

Andrew Pooley, sekretari dari caged bird society, di Royal Cornwall Show mengatakan,” Aku pernah mendengar ayam-ayam yang bertelur 2 butir dalam 1 hari – satu di pagi hari dan satu pada malam hari – tapi belum pernah 14 butir. Kulit-kulitnya perlu waktu untuk berkembang.”


source
Read More >>

Inilah daftar Hewan Peliharaan yang Beruntung




ANJINGNYA PAMELA ANDERSON



ANJINGNYA PEGAWAI KANTOR



ANJINGNYA STUDIO TV



ANJING PENJAGA RUMAH



ANJING PENJAGA PANTAI



KUCING RUMAHAN



KUDA PELIHARAAN





source
Read More >>

[Foto] Proses Perubahan Telur Menjadi Ayam

Read More >>