Kamis, 05 Mei 2011

Kunjungi Irak, Ketua DPR Ajak Kerja Sama Dagang



Jakarta - Kunjungan Ketua DPR Marzuki Alie ke Irak untuk meningkatkan hubungan parlemen antara Indonesia-Irak yang telah berlangsung 40 tahun silam.

Pada kunjungan muhibah tersebut, delegasi DPR antara lain bertemu dengan Perdana Menteri Irak, Wakil Perdana Menteri, Wakil Presiden, dan Ketua DPR Irak.

"DPR juga bertemu dengan ketua majelis tinggi islam dan berbagai tokoh politik di Irak," kata Marzuki dalam siaran pers yang diterima INILAH.COM, Kamis (5/5/2011).

Di parlemen, papar Marzuki, dirinya sempat berpidato di Gedung DPR Republik Islam Irak mengenai konstitusi dan perkembangan demokrasi di Indonesia yang dihadiri oleh ratusan anggota parlemen Irak. "DPR menginginkan adanya peningkatan kerja sama di sektor pendidikan atau pertukaran pelajar dimana kedua negara saling memberikan kesempatan untuk belajar satu sama lain khususnya mengirim pelajar Indonesia ke Irak, begitupun sebaliknya," katanya.

Menurut Marzuki, sebagai sesama negara yang berpenduduk mayoritas Islam Indonesia-Irak harus saling mendukung satu sama lain, caranya dengan meningkatkan kerja sama perdagangan Irak-Indonesia yang selama ini semakin menurun.

"Kita mengharapkan peningkatan kerja sama perdagangan yang sempat menurun pasca invasi AS ke Irak," paparnya.

Menjawab hal tersebut, Menteri Perminyakan Republik Irak Dr. Husein Al Shahristani mengatakan bahwa Irak telah memproduksi sulfur dan hibrida dalam jumlah besar. Karena itu, pihaknya menyatakan siap bekerja sama dengan Indonesia untuk menandatangani kontrak jangka panjang terkait produksi sulfur dan hibrida tersebut.

"Untuk gas kami belum bisa melakukan ekspor karena mengutamakan kebutuhan dalam negeri. Namun, setelah 6-7 tahun kami siap mengekspor gas tersebut dalam jumlah besar," jelasnya.

Terkait produk gas elpiji, tambahnya, Pemerintah Irak akan segera memproduksi gas elpiji pada tahun depan. Jika Indonesia berminat, pemerintah Irak akan mendukung penuh peningkatan kerja sama tersebut.

"Ke depannya akan ada pembahasan yang penting terutama mengenai sektor minyak dan proyeknya dan Indonesia dapat mengambil peluang besar untuk berkerjasama maupun berinvestasi pada sektor tersebut," katanya. [nic]

sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Post