Jumat, 01 April 2011

Menghidupkan Kembali Kampung Dolanan





Sebelum tahun 1980-an, Dusun Pandes, Kelurahan Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Bantul, DI Yogyakarta, terkenal sebagai kampung produsen dolanan tradisional. Seiring dengan munculnya mainan berbahan plastik dan televisi, geliat ekonomi kampung ini mulai surut. Tinggal delapan orang lansia berumur lebih dari 70 tahun yang dulu ”berjaya” mencipta aneka dolanan tradisional, seperti klontongan, angkrek, kitiran, manukan, wayang, kluthuk, serta blimbingan.

Situasi itu membuat gerah Wahyudi Anggoro Hadi. Agar warisan dolanan anak khas Pandes tak punah, ia berusaha membuat warga setempat menyadari bahwa kampungnya memiliki warisan budaya yang unik.

Sayang, upaya itu gagal. Omongannya dianggap angin lalu. Bahkan, sebagian warga justru menilai Wahyudi hendak melakukan manuver politik. ”Warga kampung tak percaya omongan saya. Saya justru dicurigai ingin berpolitik,” ceritanya tentang kondisi tahun 1999 itu.

Tujuh tahun kemudian, Bantul dan sekitarnya diguncang gempa bumi. Sebanyak 15 warga Dusun Pandes tewas dan 60 persen permukiman warga hancur. Namun, hal ini menjadi momen kemunculan semangat kolektif masyarakat Pandes. Wahyudi mengajak pemuda setempat belajar dari delapan sesepuh pembuat dolanan yang masih ada.

”Setelah gempa 2006, terjadi proses transfer pengetahuan dan warisan budaya dari para simbah (kakek-nenek) kepada generasi muda di kampung ini. Lewat Forum Merti Dusun, sejak tahun 2008 kami mendirikan Pojok Budaya sebagai wahana bersama untuk mempertahankan lokalitas budaya. Ini upaya kami untuk mandiri, terlepas dari bantuan para sponsor setelah bencana berlalu,” katanya.

Melalui Komunitas Pojok Budaya, warisan budaya dolanan dihidupkan kembali. Anak muda yang telah menjalani transfer warisan budaya dari orang tua diajak menularkan pengetahuan itu kepada anak-anak di kampung yang semakin terlena dengan televisi dan mainan modern.

Maka, melalui Pojok Budaya, para pemuda kampung itu mengenalkan kembali aneka permainan tradisional Jawa yang juga mulai ditinggalkan, seperti egrang, dakon, klontongan, angkrek, kitiran, manukan, wayang, kluthuk, dan blimbingan.

Dampak sosial dan ekonomi

Melihat semangat baru warga Pandes, sejumlah institusi pendidikan di Yogyakarta dan sekitarnya tertarik mengajak anak-anak didik mereka berkunjung ke Pojok Budaya. Bahkan, sejumlah sekolah menjadikan program Wahyudi sebagai muatan lokal bagi siswanya.

Seiring dengan mulai munculnya minat masyarakat terhadap dolanan anak-anak, Wahyudi kemudian merancang paket-paket pelatihan anak, seperti berlatih membuat mainan tradisional, bermain permainan tradisional bersama, hingga pengenalan budaya tradisional. Para orang lansia pembuat dolanan, ibu-ibu, hingga anak muda di Dusun Pandes juga dilibatkan dalam program ini.

”Jika dulu mainan manukan hanya dijual Rp 1.000 per buah, sekarang masyarakat di sini bisa mendapat pemasukan sampai Rp 30.000 per anak pada setiap workshop atau pelatihan. Simbah-simbah juga tak perlu lagi berjualan keliling kampung untuk menjual dolanan anak,” ucapnya.

Setiap bulan, Pojok Budaya dikunjungi dua hingga tiga sekolah, dengan jumlah pengunjung 150 hingga 200 anak. Namun, menurut Wahyudi, lebih dari sekadar persoalan ekonomi, munculnya perhatian pihak luar semakin menumbuhkan kepercayaan diri baru bagi masyarakat Pandes, terutama para orang lansia pewaris dolanan anak.

”Di tempat lain banyak lansia yang dianggap menjadi beban sosial. Tetapi, di sini, mereka memiliki kepercayaan diri karena mendapat penghargaan luar biasa, baik dari para murid, guru, maupun media. Eksistensi mereka diakui,” lanjutnya.

Nenek Atemo (80) adalah satu dari delapan orang lansia produsen dolanan anak asal Pandes. Saat sekelompok anak usia SD berkunjung ke Pojok Budaya, ia dengan sabar mengajari mereka membuat manukan, mainan anak-anak berupa sangkar berbahan bambu dengan burung kecil dari bahan lilin di dalamnya.

Selain Nenek Atemo, terlihat pula beberapa pemuda dengan kaus bertuliskan ”Kampung Dolanan” yang turut memandu anak-anak yang sedang mengikuti pelatihan.

”Kami bertugas mengajak anak- anak bermain dan membuat mainan. Sebelumnya, kami juga berlatih membuat mainan (tradisional) dari para simbah di sini,” kata Joko (22), pemuda lulusan STM asal Dusun Pandes.

Dalam satu kali pelatihan, paling tidak sekitar 30 penduduk Dusun Pandes ikut terlibat. Mereka disertakan dalam berbagai aktivitas, seperti gejog lesung (menumbuk padi dengan lesung), menjadi fasilitator permainan, membuat mainan anak-anak, menyiapkan makanan bagi peserta, hingga menyiapkan buah tangan bagi peserta pelatihan.

Pelatihan yang dilakukan komunitas Pojok Budaya ini diselenggarakan secara sederhana di pelataran rumah Wahyudi atau di bangunan serbaguna Pojok Budaya. Pascagempa, bangunan itu disumbang oleh sebuah bank.

Agar anak-anak tak kepanasan, di belakang rumah Wahyudi dibangun gubuk bambu tempat anak-anak berlatih membuat dolanan anak dan bermain-main.

Meski banyak mengundang perhatian, khususnya lembaga pendidikan dan media, perhatian pemerintah daerah atas bangkitnya komunitas Pojok Budaya relatif kurang. Wahyudi sempat membuat presentasi di hadapan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bantul terkait program pendidikan berbasis masyarakat yang telah ia lakukan. Tetapi, katanya, tak ada respons dari pemerintah daerah

Lokalitas

Ide Wahyudi untuk memelopori berdirinya komunitas Pojok Budaya sederhana saja. Awalnya ia terinspirasi untuk mendidik anaknya sesuai dengan kondisi lokal.

”Saat ini muncul tantangan, di mana anak-anak kita tumbuh justru dalam lingkup budaya luar (asing). Karena itu, menggali kembali kekayaan budaya lokal, seperti dolanan anak, perlu dilakukan agar anak-anak tumbuh sesuai dengan lokalitas mereka,” katanya.

Karena prinsip tersebut, sekitar tahun 1999 Wahyudi menjual televisi dan radio miliknya. Dua sumber informasi yang dia pertahankan hanyalah koran dan internet.

”Ini bisa dikatakan sebagai bentuk perlawanan saya terhadap kapitalisasi pendidikan. Saya yakin, anak-anak bisa tumbuh dan berkembang dengan budaya lokal, salah satunya melalui dolanan tradisional anak-anak,” kata Wahyudi tegas.



gambarnya ada jebakan tikus tuh boss 



sumber
Read More >>

Surplus Parfume,Parfum yang Terbuat dari kotoran manusia

Artis Inggris Jammie Nicholas Menggunakan tinja sendiri sebagai bahan baku untuk parfum yang dia sebut "Surplus". Percaya atau tidak, ia telah menjual 25 botol itu, sebesar $ 65 pop.

Dalam sebuah wawancara dengan Viceland.com, Nicholas mengatakan dia mendapat ide untuk memproduksi parfum khusus setelah membaca Buku Berjudul"Sejarah Sial", oleh Dominique Laporte, yang "yang menganalisis implikasi teoritis dan sosial dari kotoran, dan perannya sebagai Seorang yang Bekerja disebuah bangunan bahan untuk kosmetik. Hal ini menunjukkan bahwa bau yang menyenangkan digunakan untuk menutupi bau tidak sedap, sehingga dapat disarankan bahwa bau buruk bisa digunakan untuk menutupi bau yang menyenangkan ". Setelah melakukan beberapa penelitian dan berbicara dengan sekelompok parfum dan ilmuwan, dia belajar ada molekul yang umum untuk keduanya baik dan buruk bau, hanya dalam konsentrasi yang berbeda. Sebagai contoh, kedua kotoran dan bunga putih seperti bunga juniper atau jeruk yang dibuat dari molekul skatol. Dia juga menemukan bahwa perusahaan makanan banyak menggunakan barang seperti musang, suatu emulasi dari sekresi anal dari kucing musang, dan ambergis, yang meniru batu empedu ikan paus sperma.

Ditanya tentang proses produksi aktual parfum tentang tinja nya, Jammie mengatakan itu semua terjadi di apartemennya, di mana ia bekerja dengan semua jendela yang terbuka dan menggunakan colokan hidung. Ini membawanya hanya seminggu untuk mengekstrak "minyak esensial" dari kotoran, kemudian menghabiskan banyak lagi mengatur perangkat penyulingan dan mencampur ramuan gila. Dia membuat total 85 botol 60 ml, dan entah bagaimana berhasil untuk benar-benar menjual 25 dari mereka.

Meskipun seniman sendiri mengakui ia hanya Menggunakan parfum Surplus di acara pribadinya,Tetapi bagaimana dengan orang lain yang telah mencoba



sumber

Read More >>

Video Porno, Beda Artis Beda Politisi







Beberapa hari ini di Malaysia, suhu politik sangat panas, pasalnya muncul video porno, di mana pelakunya disebut pria yang menyerupai Anwar Ibrahim, sementara pemain wanitanya adalah diyakini seorang pelacur asing. Dengan terbongkarnya video porno yang dilakukan pemimpin oposisi terkemuka di negeri jiran itu, maka bisa tamat riwayat politiknya bila hal itu benar adanya.

Skandal video porno, bisa jadi merupakan sarana untuk menjatuhkan lawan politik yang paling ampuh. Dengan terbongkarnya video pornonya kariernya bisa habis. Jangankan video porno, tercium adanya perselingkuhan atau skandal seksnya saja, membuat mereka lengser dari karier politiknya. Buktinya, anggota DPR RI 2004-2009, Yahya Zaini dan Max Moein karier politiknya habis setelah keduanya terbukti melakukan tindakan-tindakan yang tak pantas. Yahya Zaini mengundurkan diri setelah video pornonya bersama Maria Eva tersebar, sementara Max Moein dipecat dari DPR dengan tuduhan melakukan pelecehan seksual terhadap mantan sekretaris pribadinya Desi Firdiyanti dan foto-fotonya yang bertelanjang dada dengan seorang gadis beredar di internet.

Matinya karier politisi atau pejabat publik akibat video porno atau perselingkuhan sebenarnya bukan sebuah hal yang baru. Itu terjadi sejak dahulu kala. Presiden Amerika Serikat ke-3, Thomas Jefferson, reputasinya yang gemilang sebagai pencetus Deklarasi Kemerdekaan tahun 1776 dan founding father Amerika Serikat tercoreng dengan isu skandalnya dengan seorang wanita yang bernama Sally Hemings. Mungkin saat itu dunia politik di Amerika Serikat belum seperti sekarang maka Jefferson selamat dari upaya impeachment. Apa yang dilakukan oleh Jefferson itu diulang oleh Presiden Amerika Serikat ke-42, Bill Clinton. Akibat skandal dengan seorang wanita yang bernama Monica Lewinsky, membuat digelarnya sidang impeachment tahun 1998 oleh House of Representative Amerika Serikat.

Kemudian pada tahun 2007, publik Amerika Serikat pada Mei dihebohkan dengan ancaman germo kelas kakap di Washington, Deborah Jeane Palfrey, yang ingin membocorkan 15 ribu nama pejabat Amerika Serikat yang telah menggunakan jasanya untuk menyediakan pelacur. Walau germo yang dijuluki Madam DC itu masih sebatas mengancam namun bisnis perusahaan di bidang esek-esek yang dimiliki, Pamela Martin & Associates, telah menimbulkan korban dari pelanggannya.

Korban pertamanya adalah Kepala USAID Amerika Serikat Randall Tobias. Dikatakan oleh sebuah news di Amerika Serikat, Tobias mundur karena terkait dengan pemakaian jasa perusahaan Palfrey. Disebutkan oleh jaringan media massa di sana bahwa Tobias telah menghubungi Pamela Martin & Associates agar mengirimkan pemijat ke rumah peristirahatannya. Tobias diungkapkan dilayani seorang perempuan Amerika Latin.

Tentunya apabila Palfrey benar-benar mengungkapkan pejabat-pejabat di Amerika Serikat yang telah menggunakan jasanya tentu akan banyak pejabat di negeri Paman Sam itu akan mundur massal. Pejabat yang telah menggunakan jasa Pamela Martin & Associates bahkan sampai wakil menteri.

Ancaman Palfrey tentu membuat warga Amerika Serikat penasaran dan bertanya-tanya siapa saja yang telah menggunakan jasa-jasa Pamela Martin & Associates? Jangan-jangan suaminya, atasannya, atau senat yang dipilihnya. Apa yang dilakukan pejabat-pejabat di Amerika Serikat tentu mencoreng dan menambah buruknya citra mereka. Jajaran pejabat di USAID pasti malu akibat ulah Tobias. Demikian pula citra Presiden W. Bush semakin tercoreng terkait ungkapan Palfrey. Kasus Irak yang membebani dirinya akan bertambah berat ketika terbukti 10 ribu pejabat di sana melakukan skandal seks.

Apa yang terjadi di USAID itu merupakan berita setelah Kepala World Bank Paul Wolfowitz juga melakukan hal yang sama, yakni berskandal dengan kekasih gelap. Akibat dari ulah Wolfowitz itu, sekelompok mantan manajer senior Bank Dunia menerbitkan sepucuk surat terbuka di koran Financial Times dan mengatakan Wolfowitz tidak bisa lagi menjadi pemimpin yang efektif dalam memerangi kemiskinan. Mereka gerah dengan anggotanya yang melakukan skandal seks sebab tindakan itu tidak senonoh, di luar batas, sangat jauh dari etika moral yang seharusnya dijunjung tinggi-tinggi sebagai pejabat atau wakil rakyat.

Adanya skandal seks yang dilakukan pejabat tinggi tentu membuat gelagapan dan kebingungan bagi pejabat yang lain, yang belum terbongkar. Mereka bertanya-tanya apa ada yang merekam adegannya saat ia selingkuh atau ada catatan telepon nomor dirinya ketika menggunakan jasa-jasa perusahaan bisnis pelacuran. Untuk mengatasi hal itu mereka langsung menyuap dan mengintimidasi pasangan selingkuh atau germonya agar skandal seksnya tidak terekspos.

Bila politisi kariernya tamat akibat video pornonya terbongkar, lain halnya dengan artis. Bila artis video pornonya terbongkar, justru namanya semakin tenar dan kariernya tetap cemerlang. Contohnya, tersebarnya video porno dengan pelaku disebut-sebut dengan istilah mirip Ariel dan Luna Maya dan Cut Tari tidak membuat mereka malu. Meski aib itu terbongkar namun mereka tetap masih dapat tawaran kerja dalam dunia entertainment dan mereka tidak malu-malu tampil dihadapan publik. Yuni Shara dan Marie Eva pernah mengalami hal yang demikian, namun sampai sekarang mereka masih saja eksis dalam dunianya.

Dari semuanya bisa disimpulkan bahwa. Pertama, sebenarnya skandal seks bisa dilakukan oleh siapa saja, mulai dari masyarakat biasa, pejabat pemerintah, kepala daerah, anggota DPRD, anggota DPR, tentara, polisi, menteri, bahkan presiden sekalipun. Mereka melakukan skandal seks tentu dilandasi oleh banyak hal, namun yang pasti mereka mengumbar hawa nafsunya. Permasalahan skandal seks akan timbul jika yang melakukan adalah para pejabat atau orang yang ditokohkan.
Oleh sebab itu apabila menjadi pejabat atau tokoh masyarakat sebaiknya harus menampilkan citra yang baik dan bisa menjadi tauladan bagi semua. Para pejabat harus bisa menahan diri dari keinginan melakukan free sex, apabila terjerumus dalam skandal seks secara otomatis akan mematikan kariernya dan mencoreng asal lembaganya.

Kedua, skandal seks yang dialami oleh artis tidak akan membuat karier politik mereka tamat, sebab dunia entertaiment memang tidak mementingkan norma dan kepatutan yang ada di tengah masyarakat. Selain itu harus diakui ‘muka’ para artis lebih tebal dibanding dengan politisi, meski mereka sudah melakukan yang demikian mereka tidak malu-malu tampil di depan umum. Bahkan di Indonesia, bila artis terlibat dalam video atau film porno, itu bisa menjadi modal untuk maju dalam Pilkada.
 
sumber
Read More >>

Aneh, Ular Sanca Ini Punya 2 Kaki dan Mahkota




Ada yang tidak lazim dengan ular sanca di Sukabumi, Jawa Barat, ini. Bagian kepala dan ekornya memiliki keanehan jika dibanding ular sejenisnya.

Sanca dengan bobot 150 kilogram milik warga Kampung Nagrak kulon, Desa Nagrak Selatan, Sukabumi, ini memiliki dua kaki yang terletak dekat ekor. Bagian kepalanya juga mahkota.

Sikapnya pun sangat aneh karena meniru apa yang dilakukan manusia. Dia tidak mau memakan santapan daging dari hewan yang belum disembelih.

Selama hampir 20 tahun Asep Saeful dan istrinya Heri Saroh Wariem memilihara ular yang diberi nama Kudjang ini seperti keluarga sendiri. Kudjang juga sudah menjadi sahabat sekaligus teman bermain bagi kelima anak Asep.

Asep mengaku tidak memiliki perasaan takut dimakan ular sepanjang 6 meter ini. “Saya malah tenang kalau anak-anak main sama Kudjang,” tutur Asep.

Menurut Asep, dua kaki di ujung ekor Kudjang akan memanjang jika bergerak. Selain itu di kepalanya mirip ujung tombak berupa senjata warga sunda berupa kudjang. Inilah yang menjadi alasan mengapa sanca bodo ini dinamai Kudjang. Keanehan lain ada pusar yang muncul di kepala.

Tak seperti ular lainnya, Kudjang justru takut dengan dengan ayam hidup atau kucing. Padahal dua hewan itu seharusnya menjadi mangsanya.

Asep mengaku mendapat ular ini saat dirinya berburu di hutan. Tak ada keanehan yang dia rasakan saat itu. Hanya saja keinginan untuk merawat ular itu sangat tinggi. Padahal sebelumnya dia selalu menjual atau memanfaatkan jika menemui ular.

Lisna, anak Asep yang baru berumur 5 tahun, mengaku tak takut kepada Kudjang. Dia menyayangi seperti halnya teman atau saudara.

Sang pemilik yang hanya berprofesi sebagai kuli serabutan sama sekali tidak berniat menjual ular tersebut, kendati dia mengaku ingin sekali ada pihak yang membantu membuatkan kandang yang saat ini terlalu kecil.

Ular itu dianggap teman setia dan penghibur bagi anak-anaknya.
 
sumber
Read More >>

Anak Bermata Biru Yang Bisa Melihat Dalam Gelap???



Nong Youhui, asal Cina, lahir dengan memiliki mata berwarna biru cerah.

Namun yang istimewanya dari mata Nong adalah matanya itu bisa melihat di kegelapan.
Awalnya, ayah Nong, Ling sempat membawa Nong ke rumah sakit di Dahua, Cina selatan, terkait dengan mata birunya itu. Namun seperti yang dijelaskan Ling, dokter di sana mengatakan kalau mata Nong akan berhenti bersinar dan warna bola matanya akan kembali hitam.

"Mereka mengatakan padaku dia akan berhenti tumbuh dengan mata bersinar seperti itu dan matanya akan kembali hitam seperti kebanyakan orang Cina, tapi kenyataannya matanya gak berubah."

Adapun mata Nong bahkan bisa membaca di tempat yang gelap tanpa perlu sedikitpun cahaya dan hebatnya lagi nih, mata Nong bisa melihat sejelas seperti pengelihatan mata normal di siang hari.

Menurut para ahli, Nong lahir dengan kondisi yang jarang yang disebut leukodermia dimana kondisi itu membuat mata Nong memiliki sedikit pigmen pelindung dan jadi lebih sensitive pada cahaya.
 
sumber
Read More >>

Ajaib... Bayi Lahir dalam Kondisi Sudah Disunat




Warga Desa Lenteng Timur, Lenteng, Sumenep, Jawa Timur, digegerkan dengan kehadiran seorang bayi laki-laki yang lahir dalam kondisi alat kelamin sudah disunat.

Bayi bernama Ahmad Dzaki Rahib Nur Fuadi itu lahir melalui proses persalinan normal dengan berat 2,5 kilogram.

Putra pertama pasangan Hairul Insaniyah (23) dan Sunarto (27) ini lahir beberapa hari lalu. Namun kejadian aneh ini baru disadari 3 hari sejak dilahirkan.

Awalnya sang Ibu tidak percaya, namun setelah diteliti bayinya sudah tersunat sebagaimana lazimnya.

“Biasa saja enggak ada yang aneh. Awalnya saya enggak percaya, anak saya tersunat. Tapi waktu saya lihat, ternyata benar,” tutur Insaniyah, Senin (28/3/2011).

Insaniyah mengaku tidak memiliki firasat apa pun saat mengandung Rahib. Saat mengidam pun sama seperti perempuan yang hamil muda lainnya. Namun entah ada hubungannya atau tidak, perempuan 23 tahun ini mengaku selalu membaca Alquran sejak hamil setiap hari.

“Saya hanya membaca Alquran setiap hari. Setiap hari saya membaca Surat Yusuf, Surat Maryam, dan Surat Muhammad,” tambah Insaniyah.

Insaniyah bersalin di Pondok Bersalin Desa Pelita Bunda, Desa Jambu, Kecamatan Lenteng.

Menurut Tatik Hasanti, bidan yang menangani persalinan Insaniyah, semua berjalan normal dan tidak ada kelainan selama hamil hingga melahirkan pada pasiennya ini.

"Normal dan tidak ada kelainan, ini kejadian di luar nalar manusia dan ajaib. Tidak ada istilah dalam medis, biasanya yang terjadi hanya kulit kelamin tertarik ke belakang dan terlihat seperti tersunat, hanya jarang dan sulit ditemui,” jelas Santi.

Kondisi Rahib hingga saat ini terlihat normal, tidak menunjukkan adanya kelainan maupun penurunan kesehatan.
 
sumber
Read More >>

600 Orang Difoto Bugil Dalam Mall !!!



BEIJING - Fotografer ternama Spencer Tunick, tak henti-hentinya membuat kontroversial. Yang teranyar, ia membuat 600 orang berpose tanpa sehelai benangpun.

Jepretan fotografer asal Amerika itu dilansir oleh chinanews.com,. Terlihat ratusan orang tanpa pakaian, berada dalam sebuah pusat perbelanjaan di Oxford Street, London.


Spoiler: 



Mereka memenuhi lima lantai, termasuk yang terbawah dan berjajar naik di di eskalator, seakan sedang berbondong-bondong menuju suatu tempat. Tunick memberi judul foto itu 'BeConsumed'. Belum ada pernyataan resmi darinya soal karya terakhir ini.

Tunick memang dikenal atas kemampuannya mengumpulkan massa yang rela melepas pakaiannya. Beberapa karyanya dengan ratusan orang bugil itu, tak jarang diambil di sejumlah tempat tenar di dunia. Modelnya umumnya para relawan yang tak menerima bayaran, namun menerima foto limited edition itu.


sumber
Read More >>